Saturday, November 13, 2004

Fitri di HariNya nan mulia..



Assalamu'alaikum wr.wb

tak terasa waktu telah banyak menghimpun segala salah dan dosa..
tak sadar segala ucap melukai
tak terbilang rasa bersalah kadang menghimpit

Namun di detik-detik ini
telah kulepas segala kemaafan pada semua
karna aku juga ingin merasa
langkahku ringan
bila beban kesalahan telah dimaafkan..
menjadi suci dihari fitri nanti..

taqoballahu minna wa minkum
mohon maaf lahir bathin

selamat menikmati detik-detik bersama orang-orang tercinta,
teman-teman terkasih, namun usah lupakan sauadara kita yang ada
berbagai belahan bumi yang terluka.karna tak semua kenikmatan itu bisa
dirasakan semua..:)

akhirnya salam saya buat keluarga semua..:)

wassalamu'alaikum wr.wb


Sunday, November 07, 2004

Dia pedang di leherku


Tiga hari lagi deadline,

Tujuh hari lagi "dia" pergi,
Tak ada duaratus hari insyaAllah kembali,..
Di hitungan hari-hari tak tentu aku akan mati..

Apa yang harus aku lakukan? Hanya terpana menonton detik-detik yang kian lenyap. Sepadan bila aku diam memaku diri. benar-benar tak berarti. Padahal dia mendekatiku. Dan sekali tebas, aku mati. Kemana mengelak?

Waktu. Siapa yang punya? Dia selalu berjalan kencang dan siap mencabik apa saja dengan pongah bila ku lalai. Mau menjerit? percuma! Karena itu bersahabatlah dengannya hey aku!. kau kan dapat ketulusannya. dan bisa mencatat setiap saat indah di ukiran prasastimu.

Nah! selamat berbaik-baik dgn dia!

Kaikan 7 novo, gi pening di kejar deadline..target ramadhan..dan..buanyak.


Saturday, November 06, 2004

Speechless


"
pren..thanks alot por our prendship"

Mungkin kata itu akan kulukis dalam lembar sanubari . karena aku tak dapat mengungkapkan lewat tuturku agar kau tahu aku bersyukur bertemu denganmu. Bahkan mengurai kata disinipun memakan waktu lama. Kata apa yang pantas aku berikan padamu? Semua yang enkau usahakan mempertahankan adanya aku, menyemangati berartinya aku, bagi apapun. tali-tali yang kau ikat lewat doa-doa mudahan membawa kita ke jannahNya.

Ya Rabb aku mohon padaMu kecintaanMu, juga kecintaan terhadap orang-orang yg mencintaiMu, pula agar dpt lakukan perbuatan yg bisa dekatkan kami PadaMu..amiin

kaikan 6 novo



Friday, November 05, 2004

Sahabat Masa Lalu..

Menyapa ramadhan yang kan berakhir, meski agak menyesakkan apa mau dikata semua memang berjalan. Dan memang sudah digariskan. Entahlah tiba-tiba hati merasa sepi. Ingatanku berjalan kearah tak kutentukan. membuka banyak kenngan lama begitu cepat. Terlintas sebuah senyum milik seseorang, yang kemudian aku merindunya. Ada banyak masa bersama denganya. Saat tawa, tangis, bernyanyi pada tepian ilalang, mendaki segala rasa akan indahnya suka di kedalaman lereng bumi sriti.

Berpadu menyatukan langkah, memgemban hati untuk saling memahami dan mengerti. menepisnya tak mudah. karna dia terlanjur lekat di irisan kisah dalam sejarah hidupku. Yang namanya tak tergantikan. namanya pernah mengisi sepenggal perjalannanku dimasa lalu.

Padanya aku banyak belajar arti mencintai dan berbagi. Bersamanya selalu ada ceria walau kadang aku membuat cerita luka. menyisir segala hari. membuka isi tempurung kepala kami agar bisa memahami hidup.

Aku tahu banyak cerita di balik dirinya. Aku terkadang harus mengerti akan arti beda, saat mengiringi jalannya mencari matahari. Dalam sejuta ketidak mengertianku dia sudah dewasa dibentuk waktu. suatu ketika aku payah, kutinggalkan dia dalam goresan duka yang sarat. dan seribu mengapa menggaung di telingaku.

Akupun berlari padanya kembali. menggenggam erat tangannya dan berjalan kembali bersama. Namun sekali lagi aku telah diingatkan "tiada sempurna apa yang kau lihat, hati2lah menjaga tali yang kau ikat " kutepis berlalu tak peduli penat. Akhirnya aku merasa tak berarti. Saat perjanjian suci berkumandang, aku tak pernah tahu. Segumpal amarah, sesalan, bahkan mungkin makian kuteriakkan pada lembah ngarai dan air dikali, pula bambu-bambu dan pematang yang pernah kami injak..."Aku benciiiii!!!" aku mendengar ejekan dari yang menertawakan ikatan hatiku dengannya. ikatan persahabatan kami banyak iri. Kemana kubuang muka? kemana indahnya persaudaraan kami? kenapa aku merasa tak berarti? hanya karena aku tak diberi kabar pernikahannya? salahkah aku bila marah?

Sejak itu aku tahu langkahku menggoyah, benarkah aku berarti? kenapa aku meminta timbal balik? Tuluskan aku?? Entahlah..perlahan tanpa kusadari hatikupun berjarak,..pelan menjauuh. segala rinduku menguap ditelan masa. Dan kini sekelabat bayang hadir. dan aku merindunya. merindu kenangan lalu.

Yah..aku merindumu Cha..merindu kenangan masa kecil kita,
Mudahan Allah mengikat hati kita lagi..amiin
salamku tuk mas An dan si kecil Alif

kaikan 5 novo

Wednesday, November 03, 2004

Boku wa Akiramenai

Entah kesedihan yang bagaimana tergambar jelas pada wajah-wajah orang yg terkena musibah jisin itu. Harta benda, orang kesayanganpun mungkin harus mereka ikhlaskan pergi saat tiada kekuatan menghalangi. Ketika takdir bicara. Yah..bencana musibah adalah bagian cobaan hidup. Tergantung bagaimana kita bisa arif menyikapinya. mau berputus asa ataukah tetap berjalan dengan hati tegak menerima segala ketentuanNya.

Mungkin ini pula yang harus dihadapi orang-orang jepang di wilayah Nigata khususnya nagaoka yang menjadi titik sentral jisin. Jisin dengan skala 6.7 richter mengguncang hebat sekitar dua minggu lalu, memporak porandakan segalanya, rumah, jembatan, serta bangunan apasaja bahkan tanah terguncang karena jisin. bahkan ada yang terjebak di antara bebatuan yang longsor. seorang ibu dan dua anaknya berhasil dievakuasi setelah tim SAR berusaha sekuat tenaga menyelamatkan mereka. Alhamdulillah ibu dan anaknya selamat, meski akhirnya salah seorang dari anaknya meninggal. Semua orang menyaksikan detik-detik evakuasi dengan tegang. Ada tangis harus mewarnai mereka. Akpun juga tak tahan menahan haru.

Juga saat evakuasi di aderah terpencil, para orang-orang tua terpaksa harus meninggalkan rumah mereka yang telah porak poranda, dengan hati pedih.

Dan aku baru menyadari bahwa diantara mereka ada saudara yang sedang ada disana. Ada banyak keluarga yang sedang menuntut ilmu di daerah Nigata. Namun alhamdulillah bantuan yang cepat dari KBRI tokyo bisa meringankan mereka. berikut kabar yang kuterima dimilis


Assalamualaikum rekan2x Klurahan..

Saya Donny yg sebelum ini menyampaikan laporan kondisi Nagaoka.
Seperti yang mungkin sudah sampai ke rekan2x klurahan semua, 2 hari
yang lalu, skitar jam 10 pagi, ada gempa susulan yg skala-nya hampir
sebesar gempa pertama di Nagaoka. Perlu diketahui, ternyata hampir
setiap hari ada gempa berskala lebih dari 5 di Nagaoka, dan hal ini
sepertinya bener2x membuat rekan2x di Nagaoka cukup tertekan. Semalam
saya berhasil mengontak Ardian (B3, Elektro@Kaikan), dan ternyata
kemarin pagi, rombongan 3 mobil (Pak Dikky, Pak Fajar dan Pak Handri)
meninggalkan Nagaoka dan bermalam di Niigata sejak kemarin. Tpatnya,
Pak Dikky cs (tmasuk Ardian) ditampung di tempat Pak Didi@Niigata
Dai.

Mnurut Ardian juga, sampai semalam masih lebih banyak warga kelurahan
yg tinggal di Nagaoka, dan kemungkinan hari ini rombongan kemarin
juga akan kembali lagi ke Nagaoka.

Kabar2x lain yg saya dengar, orang2x Malaysia kebanyakan masih
bertahan di Koryuukaikan. Dalam arti, aktivitas siang (masak dan
makan) dilakukan di dalam kaikan, dan tidur/istirahat di mobil.
Kmarin sempat saya tanyakan juga ke Ardian, karena kebetulan dia
sudah start nyangkul di Echigo seika. Kondisi Mesin2x di Nakamura Lab
ksayangan warga klurahan bisa dibilang rusak berat, dan kojo skarang
ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. bagi yang memungkinkan, info resmi about perkembangan kondisi daerah bencana niigata, bisa dilihat dihttp://saigai.pref.niigata.jp/content/jishin/jishin_1.html
Banyak yg bisa diketahui dari site tersebut, misalnya:akses angkutan
Umum paling memungkinkan dari Tokyo, hanya 1, yaitu kosoku bus, dan
itupun harus berputar melalui Fukushima Ken (ban-etsu jidoshado)
Ardian jg crita, Pak Fajar sempet berniat trus mengungsi sampai
Tokyo, tapi terhalang karena banyak jalan ditutup.
Mari kita doakan rekan2x klurahan yg masih berjuang di Nagaoka tuk
tetap sabar dan dimudahkan kondisinya lahir n bathin, sebab dari
crita Ardian semalam dan dari kenyataan ada orang Jepang yang meninggal
karena stress berkepanjangan (ada jg yg meninggal karena sindrom lama
tinggal di mobil), sepertinya kondisi yg berkepanjangan ini benar2x
membuat stress.

Mohon Maaf kalau imel saya kepanjangan, berhubung saya blum diizinkan
ke Nagaoka oleh kacho, mungkin baru ini yg bisa dari saya tuk bantu
rekan2x smua...
Wassalamualaykum Wr. Wb.

Donny
Nagaoka Gidai-B4@Toyohashi
* di evacuation centre, antri toilet 20 menit, dan makanan tiap hari
cuma onigiri n misoshiru ^^; datte saaa...., ardian tachi jg sempet
tidur di mobil Pak Makbul, dibagasinya datte..*

====
dikky burhan <dikky@s...> wrote:
Seperti yang dijelaskan Sdr. Donny, sedikit ingin saya tambahkan tentang keadaan kami di sini. Kejadian berawal dari hari Sabtu sore jam 18 an, pada saat itu saya berada di laboratorium lantai 4 gedung mechanical nagaoka university of technology.

Tiba-tiba gempa berskala 6 besar (1 level di bawah gempa kobe 1996)
terjadi, meja, kursi, komputer, printer dan semua peralatan lab
berjatuhan. Saya masuk ke kolong meja studi saya untuk menghindari timpahan barang-
barang tersebut. Pada saat saya pikir saya akan mati, karena lampu mendadak
mati.Ketika keluar dari kolong meja, saya berusaha berlari ke emergency
exit,tapi karena terhalang barang-barang yang jatuh, rasanya jauuuhhh
sekali,akhirnya saya bisa sampai ke lantai bawah dalam waktu 10 menit.
Sesampainya di lantai satu gempa berskala 6 berulang 2 x dan gempa berskala 5
kurang lebih 10 x. Gedung-gedung bergetar, lampu jalan mengayun, orang-orang
berlarian panik ke lapangan parkir. Hari itu benar-bener mencekam,
semua telekomunikasi terputus termasuk telpon cellular.

Setelah dihantam gempa berkali-kali, gempa agak mereda pada pukul
20.00 malam, saya berhasil mengumpulkan teman-teman PPI Nagaoka di
International House. Setibanya di sana, saya lihat teman-teman PPI Nagaoka bersama
foreign student dari malaysia, vietnam, thailand, china, etc. sudah menggelar
selimut di lapangan parkir international house. Saya lihat anak-anak kecil
kedinginan duduk di bawah tanah, suhu pada malam hari di Nagaoka
sekitar 12 C. Setelah itu saya pergi ke apartment saya.Secara kebetulan lokasinya berada di daerah 'Life Line', jalur khusus yang dianggap aman, hanya
pada jalur ini air, listrik dan gas disupply dari sentral. Mulai hari
Sabtu itu semua anggota PPI Nagaoka (20 Dewasa 10 anak-anak) berkumpul
diapartment saya untuk mendapatkan supply air, gas dan listrik. Seperti yg
dijelaskan Sdr. Donny, pada bulan puasa kita buka bersama, dan saur bersama
dalam suasana gempa yang mencekam. Pada hari Minggu, Senin dan Selasa,
total gempa yang melewati Nagaoka sudah mencapai 400 kali dengan skala 5, 4
minimal 3 (sudah tidak terhitung). Pada hari Rabu pagi jam 10.30, terjadi lagi
gempa berskala 6, pada saat itu semua warga yang tinggal di aparment saya
mulai pindah ke evacuation center.

Pada saat ini saya sudah kembali ke Nagaoka, setelah membeli stock
supply daging, sosis halal. Karena kota Nagaoka lumpuh oleh gempa, semua
supermarket, dan dept. store tutup, kalaupun buka, sudah tidak ada
makanan lagi apalagi daging segar. Jalur transportasi Tokyo-Niigata terputus,
shinkansen pun loncat dari relnya (pertama kali sejak dibangun).
Korban gempa sudah 2000 ribuan rumah rusak/hilang, 100 ribu orang mengungsi
termasuk kami, 37 korban meninggal dan 900 san orang luka-luka.
Jalan-jalan retak dan di sana-sini banyak lubang, beberapa jalan bahkan hilang.

Pada hari Jumat ini, saya menerima supply dari KBRI Tokyo berupa
indomie, kornet, makanan bayi, bumbu masak, etc. Dan sudah saya bagikan
kepada teman-teman di sini. Sementara, setelah pasca gempa di sini, keadaan
mulai berangsur-angsur pulih, tapi masih dianjurkan untuk tidur di
evacuation center dan tidak tidur sendirian. Pada saat ini suhu di nagaoka di
malam hari sekitar 2 hingga 4 derajad, siang 12-16 derajad, pada
kesempatan ini juga saya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Atasse
Pendidikan dan Kebudayaan Pak Sigit Anggoro atas bantuan dan action yang cepat
setelah laporan tersebut.

Demikian sekilas informasi gempa, kami sekarang lelah karena harus
terus menerus menjaga keluarga, dan keluar masuk rumah pada saat gempa
terjadi(kalo 1 kali sih enak, ini ratusan kali, cape juga). Tapi mulai hari
ini,kami belum berani kembali ke apartment masing-masing, takut
datangnya gempa
susulan.

Saya mohon doa restu dari teman-teman pada bulan puasa ini, untuk
memohon kepadaNya, agar kami para pelajar di Nagaoka, istri dan anak-anak
kami disini, dikuatkan mental, ditabahkan dan bisa melewati hari-hari pasca
gempa di Nagaoka. Karena kesibukan kami di sini, untuk bantuan terutama
baju hangat dan makanan halal, kami sepakat untuk menyerahkan koordinasi
ke KBRI-Tokyo, (education@i...).

Mohon juga sampaikan kepada keluarga kami di Indonesia, kalau gempa
diNagaoka TIDAK ada korban jiwa ataupuan luka, hanya barang-barang
hancur,tidak ada makanan dan air. Untuk teman-teman PPI Nagaoka,
gambarimashou,kalau kita tabah, dan berdoa, kita pasti bisa melewati semua ini,
masih belum, masih sedikit lagi...kuatkan mental kita, jangan
menyerah...mari perkuat tali persaudaraan kita.

Ya Tuhan, lewatkanlah cobaan ini..., berikan kami kesempatan utk
memperbaiki semuanya sekali lagi.

Dikky Burhan
Graduate Student Nagaoka University of Technology
Mechanical Engineering Dept.
Material Engineering Doctorate Course
dikky@s...


Masih banyak cerita yang ingin kutulis, termasuk seorang kakek tua yang berada dalam reruntuhan rumahnya. membangun kembali banyak makan biaya karena diperkirakan sebuah rumah menghabiskan sekitar 80-160 juta rupiah, meski pemerintah jepang akan membantu sekitar 50 juta, tetap saja mereka bertanya "darimana mendapat uang sisanya?" Namun kemudian dengan semngat dia berkata "Boku wa akiramei! Gambarimasu!" Demikian juga orang-orang yang lain. kalaupun ada kesedihan adalah suatu hal yang wajar. Ini bencana, dalam sedih harus pula ada harapan dan semangat.

kaikan 5 novo

Tuesday, November 02, 2004

Segenggam Pasir..

Odaiba suatu siang yang tak panas. Berjalan di pepasir putih berteman burung-burung pantai adalah rasa tersendiri bila ingin memuaikan sisi hati. Anak-ank kecil bermain riang, berceloteh dengan dunianya. menumpuk pasir membangun mimpi dalam kepalanya. Seorang lagi berusaha menangkup di kedua tangannya. berulangkali jatuh. dan tersisa di satu tngan kecilnya tak seberapa.

Aku juga tertarik melakukan hal yang sama. Seberapa yang bisa aku genggam? kedua tanganku penuh, namun saat kucoba hanya dengan satu tangan, banyak yang berhamburan. Yah..aku tahu aku punya keterbatasan. Sebanyak apapun aku ingin menggenggam tetap saja berakhir segenggam..hanya itu tak lebih.




Monday, November 01, 2004

Mudik ??

Pengin ngrasain ramenya mudik
Pengin bejubelan di bus
Pengin berkelit diantara calo-calo terminal

Indahnya arti bersama
Bahagianya berjumpa rasa
di saat jarum jam memuaikan detaknya
seiring takbir-takbir menggema..

Duh!

Rinduku Bermuara

Asa bergantungan pada langit keinginan
Sepenggal ratap telah berlalu
di persimpangan mimpi, dan
telah mengabur tak berbekas..
tergantikan setangkup rindu
kepada Sang

gulungan-gulungan awan dahaga
kan pertemuan
sesak dan menyesak kian..
Duh..kemana kuarahkan..

bukan dilebatnya hutan kemunafikan
bukan pula di lautan kepalsuan
tentang cinta semua dunia
Apakah masih aku harus berikan?
bila aku sudah tahu jawab kemana
melabuhkan segala rasa?

Wahai sajak-sajak sepi,
menggigit di bundaran nestapa
yang terisi kisah-kisah haru
perjalanan mencari muara..
adakah banyak crita ingin kau lontarkan?

petualangan menemukan muara
kerinduan abadi pada kumpulan
oase-oase, mata air-mata air
pula lautan sebagai penghujungnya?

Aku telah menemukanNya
saat ku terdampar di dalamNya
muara lautan rindu abadi..

yah! rinduku telah bermuara..

kaikan 1 novo, disini kuhadapkan wajahku...


Langkah bertabur senyum

Hati yang senantiasa lapang kan bisa menampung segala jenuh dan puncak gelisah. Kumpulan keruh, kelabu memudar diluasnya. Dzikir-dzikir itu menyibaknya bagai angin selatan. maka noktah-noktah terlibas dalam gulungan pusaran detikdetik itu. Hilang tiada bekas. Dan kini dengan apa ingin mengisinya? Bila langkah terayun bebas dalam senyum yang terukir di tiap sisi jiwa?

Segala syukur, segala pasrah berdendang mengiringi irama penghambaan. Hembusan nafas AsmaNya pula usah lupakan. Apa yang ingin kutuliskan tak beraturan keluar. Entahlah rasaku berhamburan segera ingin kutuang. kalau engkau tak temukan padanan, sungguh inilah rasaku sebenarnya. Cinta yang tak terlukiskan PadaNya.

Pada langkah bertabur senyum...
Kutahu Engkau bersama dihatiku..

kaikan 1 novo , segala cinta aku rasakan kian mengalir buat Kekasih ...^_^